Oleh: baytalhikmah | Desember 30, 2010

Cerita Pengalaman

Pengalaman Perempuan Pengguna Alat Kontrasepsi

Rembug Perempuan Desa

Berbagi Pengalaman Kesehatan Reproduksi

Sofiyah (30 th) warga desa Babakan Ciwaringin. Ibu dua anak ini bekerja sebagai buruh pabrik rotan di Plumbon bersama suaminya, dengan penghasilan yang hanya cukup untuk menutupi kebutuhan hidup sehari-hari. Pasangan ini sepakat untuk mengikuti program KB (Keluarga Berencana). Hanya Ibu Sofiyah saja yang mengikuti program ini dengan alasan tidak tahu kalau ada KB untuk para Bapak, selain itu juga jika bapaknya ikut KB dengan pertimbangan jika dua-duanya mengikuti KB akan boros juga.

Awam informasi Alat kontrasepsi

Ibu Sofiyah mengikuti KB karena takut nantinya banyak anak. Pasangan ini sadar jika banyak anak mereka bingung akan memberi makan apa?. Ibu Sofiyah ini memakai alat kontrasepsi suntik karena menurut beliau mengikuti program suntik lebih manjur dibandingkan dengan program Pil. Selain itu efek yang ditimbulkan dari minum pil katanya mengakibatkan mual, pusing dan berat badan yang bertambah dan menimbulkan kegemukan. Selain itu juga menggunakan pil kadang suka kebobolan jika lupa minum. Ibu Sofiyah ini merasa cocok dengan kontrasepsi suntik, hanya saja  menurut beliau program suntik ini mengakibatkan haidnya tidak lancar, kadang haidnya sampai dua bulan setengah meskipun selama masa haid itu darahnya tidak keluar dengan lancar. Kadang setelah dua bulan setengah haid, satu minggu masa suci kemudian haid lagi. Pernah akan ganti alat kontrasepsi, tetapi karena tidak tahu tentang alat-alat kontrasepsi, makanya beliau lebih memutuskan untuk tetap mengikuti program suntik ini.

Tak diberi infomasi

Pada awal mengikuti program KB beliau datang ke Bidan setempat dan mengisi formulir. Bidan tersebut hanya menawarkan beberapa program KB tanpa menjelaskan tentang program-program tersebut secara terperinci.

Ibu Sofiyah ini lebih memilih program suntik karena lebih nyaman dan murah karena hanya mengeluarkan uang sebesar Rp. 15.000 untuk setiap kali suntik setiap tiga bulan sekali. Dan tak seperti KB pil, meski sekarang tubuhnya semakin menggemuk saja setelah menggunakan KB suntik.

Keterbatasan Ekonomi membuatnya ikut KB

Ipah (22 th) Ibu muda dengan satu anak ini sudah mengikuti KB semenjak pengantin baru dan hampir satu tahun lamanya. Ipah yang hanya seorang ibu rumah tangga sedangkan suaminya hanya bekerja sebagai tukang becak. Dengan penghasilan yang pas-pasan pasangan muda ini lebih memilih untuk mengikuti program KB karena takut nantinya banyak anak. Menurutnya masih mending mengeluarkan uang Rp. 15.000 setiap tiga bulan sekali untuk suntik dari pada melihat anak tidak bisa makan karena terlalu banyak anak.

Mbak Ipah ini mengikuti program suntik mengikuti saran kakak iparnya yang juga memakai program suntik. Menurut kakak iparnya memakai suntik lebih nyaman karena tidak ada keluhan yang berarti baginya ketika menggunaka alat kontrasepsi tersebut.

Pada awal mengikuti program suntik ini mbak Ipah hanya mengeluh badannya gatal-gatal dan bentol-bentol pada bagian tubuh tertentu, misalnya hanya pada paha saja. Selain itu juga Mbak Ipah tidak pernah haid selama mengikuti program ini, gejala ini katanya gejala yang wajar yang ditimbulkan dari memakai KB, dan anehnya dengan gejala tersebut menurut mereka berarti program KB-nya berhasil. (Asih dan Lili)


Tanggapan

  1. dengan menggali pengalaman perempuan, kau tak akan pulang dengan tangan kosong.

    http://menjadikosong.worpdress.com
    http://muarasegala.blogspot.com

    • Sippp..betul sekali teh..Thanks atas infonya.

    • Makasihhhh ya Teteh….

  2. ya…Rahman..thanks.ya..


Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.