Bersih dan Suci Untuk Menjaga Kesehatan Reproduksi
Siapa Takut!!!!
Sahabat Tanasul, sudahkah Sahabat-sahabat faham dengan makna suci dan bersih? Menurut syari’at islam, bersih dan suci memiliki makna yang berbeda, karena suci belum tentu bersih. Begitupun sebaliknya, bersih belum tentu suci. Tentunya di manapun kita berada, jika kondisi lingkungan sekitar bersih dan suci, maka akan membuat rasa nyaman untuk melakukan segala aktivitas.
Suci adalah sebuah keadaan di mana barang atau tempat tidak terkena najis karena telah disucikan menurut syariat Islam. Sedangkan bersih berarti sesuatu yang tidak dikotori dengan sesuatu yang membuat kotor, baik yang membuat kotor itu suci atau tidak suci.
Bersih, Suci Menurut Medis dan Syariat Islam
Agama islam telah mengajarkan dan dan memerintahkan umatnya agar senantiasa menjaga kebersihan dan kesucian. Seperti firman Allah dalam surat Al-Baqarah ayat 222, yang artinya : “Sesungguhnya Allah mencintai orang-orang yang bertaubat dan orang-orang yang bersuci” (QS. Al-Baqarah:222)
Menurut syariat islam, pengertian bersih tidak sama dengan pengertian suci. Sesuatu yang bersih adalah sesuatu yang tidak dikotori oleh sesuatu yang kotor. Baik yang mengotori itu adalah sesuatu yang suci maupun najis. Sedangkan suci adalah sesuatu yang tidak terkena najis atau yang telah disucikan dengan cara yang telah ditentukan oleh syatiat islam, sekalipun sisitu terdapat kotoran yang suci.
Dengan pengertian tersebut di atas, maka sesuatu yang bersih belum pasti suci. Begitu pula sesuatu yang suci belum tentu bersih. Misalnya lantai yang terkena najis dibersihkan dengan cara yang tidak sesuai dengan ketentuan syara’, sekalipun kelihatannya bersih, bahkan sampai mengkilap namun masih tetap dihukumi belum suci (mutanajis).
Kesucian termasuk salah satu syarat syahnya melakukan sholat. Karena orang yang hendak sholat, harus suci badan, pakaian da tempat dari najis. Baik najis hukmiyah maupun ainiyah. Najis Hukmiyah adalah najis yang tidak terlihat oleh mata, tidak memiliki bau serta tidak bisa dirasakan oleh lidah. Sedangkan najis ‘ainiyah adalah najis yang bisa dilihat dengan mata, bisa dicium baunya dan bisa dirasakan dengan lidah.
Bersih dan suci ibarat mata uang yang tidak dapat dipisahkan. Beberapa kasus kesehatan reproduksi di antaranya dikarenakan perilaku yang jorok yang dilakukan oleh individu dan keterbatasan serta minimnya informasi kesehatan reproduksi di Pesantren-pesantren.
Pada kesempatan kali ini, (reporter TANASUL) berkesempatan mengunjungi Ponpes Cadangpinggan Kertasemaya Indramuyu pada (21/2). Para santri akan banyak mengupas mengenai makna suci dan bersih serta kategori-kategorinya. Berikut hasil liputan Tanasul dari beberapa pesantren.
Menurut ahli medis, bersih adalah bebas dari kotoran, tidak bernoda, tidak tercampur dengan unsur zat kimia lain. Sedangkan suci menurut syariat islam adalah tidak terkena najis, bebas dari dosa, noda, kebersihan hati dan diri dari maksiat.
( http://suasana.multiply.com/journal/item/5/ANTARA_BERSIH_DAN_SUCI )
Kebersihan Menjaga Alat Reproduksi
Nah, sahabat Tanasul yang budiman, pengen tahu tips untuk menjada kesehatan reproduksi? Nih, simak yuk selengkapnya.
Alat kelamin merupakan karunuia yang sangat berharga, tentunya menjamin kualitas keharmonisan dalam berumah tangga. So, harus kita rawat dan jaga kesehatannya agar tetap bersih dan terjaga dari bakteri yang mengancam kesehatan alat kelamin.
Untuk kelamin wanita :
1. gunakan celana dalam berbahan katun agar membantu vagina tetap kering.
2. Hindari hubungan seksual (bagi yang sudah menikah) bila anda mengalami tanda-tanda infeksi pada vagina.
3. Banyak makan sayur dan buah untuk mencegah infeksi vagina.
4. Hindari penggunaan bahan kimia pada daerah vagina.
5. Jangan menggaruk organ kewanitaan jika mengalami gatal-gatal atau iritasi.
6. Jaga kebersihan selama mentruasi. Hindari penggunaan pembalut yang beraroma dan mengandung gel, karena dapat menimbulkan iritasi pada vagina. Perhatikan juga penggunaan pembalut yang cocok dengan kita.
7. Menjaga vagina tetap kering dan bersih dengan membasuh menggunakan air bersih.
Untuk Kelamin Pria :
1. Jaga daerah kelamin tetap kering, bersih dan gunakan pakaian longgar.
2. Jangan memakai pakaian basah, seperti pakaian renang dalam jangka waktu yang cukup lama.
3. Cuci dengan bersihketika selesai kencing.
(http://girlycious.com/2010/09/16/tips-menjaga-kesehatan-alat-kelamin/)
Lalu, apa Bersih dan Suci menurut Nyai dan para Santri?
Dalam konteks suci dan bersih kadang kita masih belum bisa membedakannya. Pertanyaannya adalah apakah bersih sudah barang tentu suci atau bahkan sebaliknya? Nah Sahabat Tanasul, suci dan bersih menurut Nyai. Hj. Butet Zainab Al-Huda Nasution Istri dari KH. Sakur Yasin Pondok Pesantren Candang Pinggang Indramayu, bahwa suci dan bersih baginya sangat penting keduanya tak bisa dipisahkan dan sangat berpengaruh terhadap kesehatan reproduksi Perempuan. Contoh kecilnya, ketika kamar mandi santri yang jorok dan tidak dikuras minimal seminggu sekali ini sangat berbahaya karena banyak bakteri dan virus belum lagi bekas kita ketika buang air kecil pasti kadang masih tersisa meski kita tidak sadar.
Nah, ketika kita menggunakan air yang banyak bakterinya maka bakteri masuk ke vagina kita dan ini bisa mengakibatkan kanker serviks, kista dan penyakit-penyakit kelamin lainnya. Makanya kita harus membuka celana dalam ketika mau sholat dan cebok sebelum wudhu karena takut masih ada najis. Begitu penuturan Nyai. Zaenab yang akrab dipanggil sehari-hari di lingkungan Pondok Pesantren Candang Pinggang dan masyarakat. Meskipun dalam Islam ada hadist yang selalu mengajak umat Islam “Bahwa Kebersihan adalah sebagian dari Iman”, namun terkadang ini masih sangat berat dilaksanakan, apalagi soal kebersihan reproduksi yang tidak semua santri mengerti. Hal ini menurutnya bisa di mulai dari Kebersihan kita kamar mandi dan sering mengganti celana dalam karena disini kadang banyak sisa-sisa urine yang mengandung banyak bakteri dan virus,” Yah meski harus menabung uang untuk beli celana dalam yang penting sehat dan mencegah dari berbagai penyakit kelamin”.
Menurut Fanny (22) salah satu alumni pelatihan kespro II yang di adakan Fahmina institute, Menjaga kebersihan alat reproduksi itu sangat penting, karena jika perilaku kita jorok dan tidak merawat alat reproduksi kita dengan baik bisa menyebabkan banyak kuman dan penyakit bersarang pada vagina dan bisa juga kita mudah terkena HIV dan AIDS. Lain halnya dengan Rizqoh (17) Santri Candang Pinggang, menurutnya Suci itu sudah pasti bersih sedangkan bersih belum tentu suci. Ukuran suci kalau ketika berwudhu di air sungai yang keruh itu sudah boleh dan suci, atau kolam yang ukurannya dua kolah juga begitu. Meskipun secara medis belum tentu karena di air yang keruh pastinya masih banyak terdapat bakteri dan kuman apalagi jika kita gunakan untuk keperluan mandi dan cebok pastinya sangat berbahaya kesehatan kesehatan reproduksi kita.
Kebersihan dalam Pesantren menjadi hal yang sangat penting
Selain menjaga alat-alat kelamin agar tetap bersih, suci dan sehat, hal lain yang perlu diperhatikan adalah kebersihan kamar mandi. Sehari-hari kita tidak pernah luput dari peran serta kamar mandi dan WC. Coba hitung hampir berapa kali kita keluar masuk di sana. Mulai dari mandi, buang air kecil/besar, mencuci piring, baju dan sebagainya. Melihat begitu banyak fungsi kamar mandi serta jangan lupa yang menggunakan adalah lebih dari satu santri.
Jujur, kami merasa nyaman di ruangan kamar santri Pesantren Cadangpinggan Indramayu saati liputan. Selain sambutan yang ramah, juga karena tempat yang selalu dijaga kebersihannya sehingga terjaga kesuciannya. Kami sempat melihat-lihat kamar mandi yang digunakan santri sehari-hari. Bersih dan tidak berbau. Pantas saja, karena para santri memang disiplin untuk selalu membersihkan kamar mandi.
Praktek yang bagus, tentu karena dibarengi teori dan pengetahuan yang bagus pulu. Selama ini menurut Nyai Butet, beliau sering memanggil para ahli kesehatan untuk sosialisasi kespro di pesantren Cadangpinggan sebagai salah satu upaya memberi pengetahuan kepasa santri mengenai kespro dan bagaimana cara merawat dan menjaganya agar terhindar dari virus dan bakteri yang menyebabkan penyakit.
Kebersihan dimulai dari kita sendiri bagaimana memperlakukannya. Tempat mandipun menjadi salah satu faktor yang mendukung seseorang bisa menjaga kesehatannya. Bisa kita rasakan sendiri apa yang terasa jika berada di tempat mandi yang kotor dan banyak sampah? Tentunya ketidaknyamanan dan akhirnya enggan untuk menggunakannya.
Melihat hal tersebut, maka selayaknya para santri harus senantiasa menjaga kebersihan kamar mandi setiap hari. Melalui piket, pengurus bisa membagi kelompok untuk membersihkan kamar mandi setelah selesai menggunakan tentunya. Hal yang perlu dilakukan:
1. Membersihkan kamar mandi dengan menggunakan sikat khusus hingga bersih, sehingga tempat mandi tersebut suci.
2. Memberi pengharum lantai atau porselin
3. Menguras air yang sudah kotor. Missal berapa kali dalam seminggu tergantung bagaimana kesepakatan yang telah dibuat oleh para santri
4. Menyediakan tempat sampah di dalam kamar mandi, hal ini untuk mencegah agar para santri tidak asal membuang sampah yang biasanya dibuang dalam kloset.
5. Membuat peringatan berupa tulisan di dalam kamar mandi.
6. Bersama-sama menjaga kebersihan kamar mandi agar terhindar dari bakteri yang bisa mengganggu kesehatan reproduksi kita.
(Asih & Lili)