<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Forum Diskusi Bayt Al-Hikmah</title>
	<atom:link href="http://baytalhikmah.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://baytalhikmah.wordpress.com</link>
	<description>Media Informasi Kesehatan Reproduski Bagi Kawula Muda</description>
	<lastBuildDate>Tue, 08 Nov 2011 08:12:27 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='baytalhikmah.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://s2.wp.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>Forum Diskusi Bayt Al-Hikmah</title>
		<link>http://baytalhikmah.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://baytalhikmah.wordpress.com/osd.xml" title="Forum Diskusi Bayt Al-Hikmah" />
	<atom:link rel='hub' href='http://baytalhikmah.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>Politik Tubuh, Politik Kuasa</title>
		<link>http://baytalhikmah.wordpress.com/2011/11/08/politik-tubuh-politik-kuasa/</link>
		<comments>http://baytalhikmah.wordpress.com/2011/11/08/politik-tubuh-politik-kuasa/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 08 Nov 2011 07:39:13 +0000</pubDate>
		<dc:creator>baytalhikmah</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://baytalhikmah.wordpress.com/?p=398</guid>
		<description><![CDATA[*Politik Tubuh, Politik Kuasa * Perhatikan informasi di sekitar kita bagaimana tubuh perempuan masih dianggap misteri karena seksualitas dan reproduksinya, dan berkembang menjadi mitos-mitos baik kecantikannya, seksualitasnya, mulai dari keperawanan, menstruasi, kehamilan, dan emosinya. Mitos-mitos tersebut bahkan berkembang dalam mistik, hantu-hantu dalam film-film kita sering memasukkan kata “perawan”, dan ciri keperempuanan pada hantu-hantu yaitu berambut [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=baytalhikmah.wordpress.com&amp;blog=7808746&amp;post=398&amp;subd=baytalhikmah&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>*Politik Tubuh, Politik Kuasa *</p>
<p>Perhatikan informasi di sekitar kita bagaimana tubuh perempuan masih<br />
dianggap misteri karena seksualitas dan reproduksinya, dan berkembang<br />
menjadi mitos-mitos baik kecantikannya, seksualitasnya, mulai dari<br />
keperawanan, menstruasi, kehamilan, dan emosinya. Mitos-mitos tersebut<br />
bahkan berkembang dalam mistik, hantu-hantu dalam film-film kita sering<br />
memasukkan kata “perawan”, dan ciri keperempuanan pada hantu-hantu yaitu<br />
berambut panjang, berwajah cantik dan sebagainya. Atau perhatikan<br />
syair-syair puisi maupun lagu, perempuan masih sering diekspresikan sebagai<br />
mahluk yang misterius, tidak terduga perasaannya, mahluk emosional yang<br />
tidak dapat diajak diskusi dan berpikir.</p>
<p>Tentang apakah semua ini?</p>
<p>Apalagi kalau bukan soal tubuh perempuan.</p>
<p>Dalam tradisi, baik secara kultural maupun struktural, tubuh perempuan<br />
masih dianggap sebagai “sesuatu yang lain” dipertanyakan terus menerus<br />
keberadaannya.</p>
<p>Keruwetan ini berawal dari “persepsi tubuh perempuan adalah bukan persepsi<br />
perempuan itu sendiri”, tubuh perempuan menjadi milik pihak lain, celakanya<br />
untuk distigmatisasi, mulai ayat-ayat suci, sampai pornografi. Selain bukan<br />
milik perempuan sendiri, tubuh perempuan bukan semata-mata menjadi<br />
persoalan pribadi, kamar mandi, ruang tidur, dan ruang ganti pakaian. Tubuh<br />
perempuan adalah politik dalam permainan kehidupan, dalam aturan-aturan<br />
moral dan agama. Tubuh perempuan tidak diperkenankan membahas soal otonomi.<br />
Dengan kata lain, tubuh perempuan tidak diperbolehkan diterjemahkan sendiri<br />
oleh pemiliknya, yaitu PEREMPUAN.</p>
<p>Kehidupan selama berabad-abad telah terlanjur diterjemahkan secara tunggal<br />
oleh persepsi laki-laki. Media dan informasi serta produk-produk hukum di<br />
abad 21 ini pun, masih saja menggelar mitos-mitos tubuh perempuan dan laku<br />
dikonsumsi masyarakat. Masih bisa kita temukan peraturan daerah yang<br />
mengeluarkan kebijakan memeriksa keperawanan siswi demi menjawab persoalan<br />
moral. Tidak peduli bahkan secara sains, jelas bahwa keperawanan bukan<br />
sesuatu yang bisa diukur secara fisik (apalagi moral?).</p>
<p>Merry Magdalena seorang mantan jurnalis desk Teknologi Informasi dan Iptek<br />
di Sinar Harapan menulis dalam beberapa catatan studi tentang keperawanan<br />
bahwa dokter sekalipun tidak bisa membuktikan keperawanan perempuan.* “*Walau<br />
dengan menggunakan magnifikasi 10 kali lipat, dokter tidak bisa menduga<br />
secara akurat beda antara perawan dan tidak.” Menurutnya tes keperawanan<br />
tidak sesederhana melihat lubang di dalam *hymen*, sebab memang faktanya<br />
akan selalu ada lubang itu, walau pada perawan dan tidak.</p>
<p>Hal yang sama diungkapkan Dr. Rachel Vreeman dari Indiana University and<br />
Carroll, salah satu penulis buku “*Don’t Swallow Your Gum” *mengatakan, pada<br />
kasus dimana darah menstruasi terbentuk, segel itu bisa saja terbuka, atau<br />
adanya problem medis lain.</p>
<p>Begitupula mitos soal perempuan yang menoupase dianggap membuat gairah seks<br />
padam. Anggapan ini dibantah dengan survei yang dilakukan pada tahun 1994,<br />
yang membuktikan bahwa setengah dari perempuan usia 50-an tetap aktif<br />
melakukan hubungan seks beberapa kali sebulan. Gangguan hormonal saat<br />
menoupase memang kadang membuat perempuan tidak *mood*, tapi itu bukan<br />
alasan langsung yang memadamkan gairah seks mereka&#8230;<br />
Selengkapnya di :</p>
<p>http://jurnalperempuan.com/2011/11/politik-tubuh-politik-kuasa/</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/baytalhikmah.wordpress.com/398/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/baytalhikmah.wordpress.com/398/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/baytalhikmah.wordpress.com/398/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/baytalhikmah.wordpress.com/398/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/baytalhikmah.wordpress.com/398/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/baytalhikmah.wordpress.com/398/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/baytalhikmah.wordpress.com/398/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/baytalhikmah.wordpress.com/398/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/baytalhikmah.wordpress.com/398/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/baytalhikmah.wordpress.com/398/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/baytalhikmah.wordpress.com/398/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/baytalhikmah.wordpress.com/398/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/baytalhikmah.wordpress.com/398/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/baytalhikmah.wordpress.com/398/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=baytalhikmah.wordpress.com&amp;blog=7808746&amp;post=398&amp;subd=baytalhikmah&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://baytalhikmah.wordpress.com/2011/11/08/politik-tubuh-politik-kuasa/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/f5d4c20c9d3d22f593b8a1f96819e6ba?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">baytalhikmah</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Menjadikan Kespro sebagai Perspektif Dalam Pesantren, Kenapa Tidak!!!</title>
		<link>http://baytalhikmah.wordpress.com/2011/10/30/menjadikan-kespro-sebagai-perspektif-dalam-pesantren-kenapa-tidak/</link>
		<comments>http://baytalhikmah.wordpress.com/2011/10/30/menjadikan-kespro-sebagai-perspektif-dalam-pesantren-kenapa-tidak/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 30 Oct 2011 08:07:43 +0000</pubDate>
		<dc:creator>baytalhikmah</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://baytalhikmah.wordpress.com/?p=402</guid>
		<description><![CDATA[Tabu kah saat kita membicarakan Kesehatan reproduksi dan seksualitas di Pesantren . Jawabanya bisa ya bisa juga tidak? namun dalam realita kehidupan pesantren perbincangan kesehatan reproduksi dan seksualitas masih di anggap tabu. Pengetahuan  dan pemahaman yang minim kadang menjadi salah satu faktor perempuan tercerambah dalam sebuah sistem yang untuk mengekspresikan dirinya dan tak mampu  bersuara [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=baytalhikmah.wordpress.com&amp;blog=7808746&amp;post=402&amp;subd=baytalhikmah&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Tabu kah saat kita membicarakan Kesehatan reproduksi dan seksualitas di Pesantren . Jawabanya bisa ya bisa juga tidak? namun dalam realita kehidupan pesantren perbincangan kesehatan reproduksi dan seksualitas masih di anggap tabu. Pengetahuan  dan pemahaman yang minim kadang menjadi salah satu faktor perempuan tercerambah dalam sebuah sistem yang untuk mengekspresikan dirinya dan tak mampu  bersuara akan hak atas tubuh dirinya untuk mendapatkan informasi penting  kesehatan reproduksi dan seksualitas.</p>
<p>Menggugah kesadaran kritis kesehatan reproduksi dan Seksualitas membuthkan waktu yang tidak singkat, seperti memperbaiki sebuah bangunan tidak serta merta memongkar lalu mengubah, tetapi dengan terus menerus dan berkesinambungan dalam memperbaiki bangunan tersebut. Mengapa hak untuk mendapatakan Informasi begitu sulit perempuan  dalam Ruang Publik???</p>
<p>Segala yang masih di anggap tabu akan informasi Kesehatan Reproduksi dan Seksualitas yang jelas dan Real bagi Komunitas Pesantren menjadi keprihatinan Fahmina Institute, Ungkap Dr. H. Marzuki Wahid Selaku Direktur . Oleh karenanya  melalui Program Islam dan Gender, Fahmina Institute mengadakan Pelatihan Kesehatan Reproduksi dan seksualita Lanjutans bagi Santri Pondok Pesantren Se-Wilayah III Cirebon yang di laksanakan selama 3 hari dari Tanggal 26 – 28 Oktober di Hotel Sunyaragi  dan di ikuti oleh Alumni Pelatiahn Kespro angkatan I dan II .</p>
<p><span id="more-402"></span></p>
<p>Tujuan dari Pelatihan Kespro Lanjutan ini sebagai Upaya meningkatkan kapasitas alumni agar mentransformasikan pengetahuan kritis yang didapatnya selama pelatihan kepada para santri di Pesantrennya masing-masing secara memadai, dan tentunya saja dengan penegtahuan kesehatan reproduksi danSeksualitas yang lebih mendalam, baik di sampaikan ketika proses ngaji maupun menyediakan waktu khusus untuk menyampaikan infomasi tersebut, misalnya daam halaqoh bersama santri. Ungkap Alifatul Arifiati (Staff Islam dan Gender).</p>
<p><strong>Hasrat Seksual santri</strong></p>
<p>Peserta pelatihan terlihat sangat antusias dalam mengikuti pelatihan kespro, meski lebih banyak di dominasi Santri Perempuan 24 orang dan hanya 3 orang santri Laki-laki. Tak terlihat ketabuan dalam proses pelatihan. Lontaran pendapat dan share terdengar  gamlang dan jelas saat Presentasi kelompok  dengan materi SRHR ( Sexuality, Reproductive, Health &amp; Rights) Bersama Ninuk Widiyantoro dari YPKP Jakarta. Anis (18th) salah satu peserta utusan Pondok Pesantren di Cirebon mengungkapkan bahwa Hasrat seksualitas santri perempuan di pesantrennya juga beragam ada yang berhasrat sesama jenis bukan hanya lawan jenis tuturnya. Bahkan itu pernah ada di Pesantren yang dia sekitar tahun 2000, baginya menyebutkan organ Reproduksi seperti Vagina, itu biasa karena itu milik kita sendiri ungkapnya. Setiap manusia mempunyi hasrat seksualitas yan berbeda-beda dan itu ada dalam realita kehidupan kita baik di luar pesantren maupun di dalam Pesantren. Semua itu Hak masing-masing Individu, oleh karenanya kita harus menjaga Kesehatan organ reproduksi kita agar tidak terkena penyakit Infeksi menular Seksual (IMS) yang berangkat dari Perilaku hidup kita yang jorok. Ungkap Ninuk Widiyantoro. (Asih)</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/baytalhikmah.wordpress.com/402/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/baytalhikmah.wordpress.com/402/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/baytalhikmah.wordpress.com/402/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/baytalhikmah.wordpress.com/402/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/baytalhikmah.wordpress.com/402/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/baytalhikmah.wordpress.com/402/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/baytalhikmah.wordpress.com/402/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/baytalhikmah.wordpress.com/402/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/baytalhikmah.wordpress.com/402/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/baytalhikmah.wordpress.com/402/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/baytalhikmah.wordpress.com/402/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/baytalhikmah.wordpress.com/402/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/baytalhikmah.wordpress.com/402/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/baytalhikmah.wordpress.com/402/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=baytalhikmah.wordpress.com&amp;blog=7808746&amp;post=402&amp;subd=baytalhikmah&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://baytalhikmah.wordpress.com/2011/10/30/menjadikan-kespro-sebagai-perspektif-dalam-pesantren-kenapa-tidak/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/f5d4c20c9d3d22f593b8a1f96819e6ba?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">baytalhikmah</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title></title>
		<link>http://baytalhikmah.wordpress.com/2011/06/07/389/</link>
		<comments>http://baytalhikmah.wordpress.com/2011/06/07/389/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 07 Jun 2011 04:56:34 +0000</pubDate>
		<dc:creator>baytalhikmah</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://baytalhikmah.wordpress.com/?p=389</guid>
		<description><![CDATA[Menilik Kearifan Lokal Terhadap Keberagaman Orentasi Seksual Oleh : Turisih Widiyowati Isu-isu Seksualitas, Kesehatan Reproduksi dan Gender memang tak asing bagi telingaku karena  seringkali aku mendengarnya ketika aku mengikuti kegiatan baik itu Seminar di Kampus, Pelatihan atau workshop tentang isu-isu ini. Termasuk isu tentang keberagaman orientasi seksual LGBTI (Q) (Lesbian, Gay, Biseksual, Trans Gender, interseksual [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=baytalhikmah.wordpress.com&amp;blog=7808746&amp;post=389&amp;subd=baytalhikmah&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p align="center"><strong>Menilik Kearifan Lokal Terhadap Keberagaman Orentasi Seksual</strong></p>
<p align="center"><a href="http://baytalhikmah.files.wordpress.com/2011/06/img1008a2.jpg"><img class="aligncenter size-thumbnail wp-image-392" title="IMG1008A" src="http://baytalhikmah.files.wordpress.com/2011/06/img1008a2.jpg?w=150&#038;h=112" alt="" width="150" height="112" /></a></p>
<p align="center">Oleh : Turisih Widiyowati</p>
<p>Isu-isu Seksualitas, Kesehatan Reproduksi dan Gender memang tak asing bagi telingaku karena  seringkali aku mendengarnya ketika aku mengikuti kegiatan baik itu Seminar di Kampus, Pelatihan atau workshop tentang isu-isu ini. Termasuk isu tentang keberagaman orientasi seksual LGBTI (Q) (Lesbian, Gay, Biseksual, Trans Gender, interseksual dan Quer). Meski tak jarang isu tentang LGBTI (Q) ini mendapat penolakan dari kalangan masyarakat. Bahkan streotype (Pelabelan Negatif) dari masyarakat terhadap temen-temen ini. LGBTI (Q) ini di anggap sebagai penyimpangan seks, penyakit sosial, tidak wajar dan banyak sebutan-sebutan yang melecehkan dan anggapan negatif masyarakat terhadap mereka. Pada akhirnya ketika berbicara LGBTI (Q), kita harus sadar bahwa orientasi seksual setiap individu berbeda bukan hanya Hetero Seksual ada juga yang Homo Seksual, biseksual, Trans Gender, Interseskual dan Quer. Orientasi seksual setiap orang berbeda-beda dan itu adalah “ <em>hak setiap individu untuk menentukan pilihan orientasi seksual </em>”. Ini adalah Hak seksual seseoran dan ini merupakan hasil Konferensi <em>ICPD di</em> <em>Kairo</em> Tahun 1994 dan ini di akui secara Internasional.</p>
<p><strong><em>Mengenl Orientasi Seksul lebih dalam</em></strong></p>
<p>Namun agak kaku pemahamanku ketika aku hanya paham soal LGBTIQ dari kulitnya saja. Tanpa mencoba memahami apa saja jaring-jaring orientasi sesksual selain hetero seksual, LGBTI(Q), apa masih ada orientasi seskual selain itu dan disebut?Aku tersentak ketika dan takjub.Ketika di siang yang cukup panas dan membuat ngantuk karena air condisioner (AC) dalam ruangan itu membuat udara panas di luar gedung hotel IBIS yang mentereng tak terasa (30/05/11). Dalam room metting Kerinci tepatnya di Hotel Ibis Slipi Jakarta Barat. Tempat berlangsungnya Pelatihan Seksual, Kesehatan Reproduksi dan Gender yang di adakan Yayasan Mitra Inti.  para aktivis kemanusian dari  berbagai Lembaga swadaya masyrakat (LSM) dan komunitas yang konse dengan isu-isu Seksualitas, Kesehatan Reproduksi dan Gender. Terlihat begitu serius dan antusias mengikuti diskusi Seksualitas, Perilaku seksual, orientasi seksual dan identitas Seksual tak terkecuali denganku. Rasa ngantuku hilang mataku terbuka itu, ada hal yng menggelitik dan membuka mataku tentang sebuah realita yang sebenanya ada dalam masyarakat terkait seksual yang terkadang ini masih menjadi momok yang menakutkan dan tabu untuk di berbincangkan.</p>
<p>Meski sering mendengar dan mendiskusikan LGBTI(Q). Namun kali ini, sangat menarik di sesi Seksualitas, identitas seskual, perilaku dan orientasi seskual yang di samaikan Dede Utomo (seorang aktivis Gay Senior dan juga seorang dosen di Unair Malang). Bukan hanya sekedar membahas soal orientasi seksual yang seperti aku tahu Heter seksual dan LBGTI (Q) ini. Ternyata masih ada orientasi seksual lain,yaitu LSL dan PSP. “Ah, sepertinya menarik. Apa itu LSL dan PSP ? LSL yaitu laki-laki berhubungan seksual dengan laki-laki (suka sama laki) namun ini hanya perilaku seksual tidak masuk dalam identitas seksual namun laki-laki ini juga bisa suka sama perempuan atau waria dan Laki-laki ini tidak disebut Homo seksual namun tetap disebut LSL, begitupun dengan PSP (Perempuan suka sama Perempuan). begitu jelas dan gamblang aku mendapat informasi selaiin LGBTIQ ternyata masih ada orang yang orientasi seksual berbeda dan mereka di sebut LSL dan PSP ini. Sungguh keberagam orientasi seksual yang luar biasa. Satu hal yang kemudian menggelitik dalam benakku, bagaimana dalam sudut pandang budaya melihat orientasi seksual ini?</p>
<p><strong>Kearifan Lokal Terhadap Keberagaman Orientasi.</strong></p>
<p>Tak hanya itu aku di bukakan mata pada realita orientasi seksual yang begitu beragam oleh Dede Utomo. Sontak ini merupakan Pengalaman pertama dan baru kali ini au mendengar dan mendapat informasi langsung. Bahwa begitu banyak kekayaan dan kearifan lokal terhadap orientasi seskual, seperti contoh dalam hal memberi nama Lesbi. Ada satu contoh di Sulawesi Selatan di sana ada <em>Ca lalai</em>, ini sebutan untuk Lesbi dan <em>Ca labai</em> untuk Homo seksual, ada juga Waro’ dan Gemblak di Ponorogo. Perlu kita tahu ternyata dalam karya-karya sastra spektarkuler seperti dalam <em>Serat Centini</em> juga menurut Mas Dede banyak menceritakan soal Lesbi dan Homo seksual, <em>Babad Tanah Jawa</em>. Dan yakin masih banyak kearifan-kearifan lokal yang sebenarnya mencatat dan menceritakan yang hubungan perempuan suka perempuan (Lesbi), laki-laki suka sama laki (Homo seskual) memang telah ada sejak dulu. Yang perlu kita pahami adalah bahwa dalam keraifan lokal ini terhadap orientasi seksual itu bukan budaya atau sekedar tradisi bahkan mitos, namun memang benar realitanya memang ada. Rasa-rasanya tak pantas kita sebagai manusia masa kini kemudian memperdebatkan persoalan orientasi seksual bahkan menganggap orang yang berbeda orientasi seksual dengan kita yang sebagian besar Hetero seksual itu penyimpang. Yang kemudian perlu kita tumbuhkan dan tancapkan dalam-dalam di hati kita adalah rasa toleran dan tidak mudah menjust orag lain yang berbeda. Karena Kita memang beragam sejak terlahir di dunia, begitupun dengan Keberagaman orientasi Seksual itu indah. (<em>waallahu’alam bishowaf</em>)</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/baytalhikmah.wordpress.com/389/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/baytalhikmah.wordpress.com/389/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/baytalhikmah.wordpress.com/389/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/baytalhikmah.wordpress.com/389/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/baytalhikmah.wordpress.com/389/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/baytalhikmah.wordpress.com/389/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/baytalhikmah.wordpress.com/389/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/baytalhikmah.wordpress.com/389/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/baytalhikmah.wordpress.com/389/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/baytalhikmah.wordpress.com/389/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/baytalhikmah.wordpress.com/389/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/baytalhikmah.wordpress.com/389/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/baytalhikmah.wordpress.com/389/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/baytalhikmah.wordpress.com/389/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=baytalhikmah.wordpress.com&amp;blog=7808746&amp;post=389&amp;subd=baytalhikmah&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://baytalhikmah.wordpress.com/2011/06/07/389/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/f5d4c20c9d3d22f593b8a1f96819e6ba?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">baytalhikmah</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://baytalhikmah.files.wordpress.com/2011/06/img1008a2.jpg?w=150" medium="image">
			<media:title type="html">IMG1008A</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>kabar santri tanasul edisi 5</title>
		<link>http://baytalhikmah.wordpress.com/2011/04/26/kabar-santri-tanasul-edisi-5/</link>
		<comments>http://baytalhikmah.wordpress.com/2011/04/26/kabar-santri-tanasul-edisi-5/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 26 Apr 2011 05:54:34 +0000</pubDate>
		<dc:creator>baytalhikmah</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://baytalhikmah.wordpress.com/?p=382</guid>
		<description><![CDATA[Bersih dan Suci Untuk Menjaga Kesehatan Reproduksi Siapa Takut!!!! Sahabat Tanasul, sudahkah Sahabat-sahabat faham dengan makna suci dan bersih? Menurut syari’at islam, bersih dan suci memiliki makna yang berbeda, karena suci belum tentu bersih. Begitupun sebaliknya, bersih belum tentu suci. Tentunya di manapun kita berada, jika kondisi lingkungan sekitar bersih dan suci, maka akan membuat [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=baytalhikmah.wordpress.com&amp;blog=7808746&amp;post=382&amp;subd=baytalhikmah&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:center;">Bersih dan Suci Untuk Menjaga Kesehatan Reproduksi<br />
Siapa Takut!!!!</p>
<p style="text-align:left;">
Sahabat Tanasul, sudahkah Sahabat-sahabat faham dengan makna suci dan bersih? Menurut syari’at islam, bersih dan suci memiliki makna yang berbeda, karena suci belum tentu bersih. Begitupun sebaliknya, bersih belum tentu suci. Tentunya di manapun kita berada, jika kondisi lingkungan sekitar bersih dan suci, maka akan membuat rasa nyaman untuk melakukan segala aktivitas.<br />
Suci adalah sebuah keadaan di mana barang atau tempat tidak terkena najis karena telah disucikan menurut syariat Islam. Sedangkan bersih berarti sesuatu yang tidak dikotori dengan sesuatu yang membuat kotor, baik yang membuat kotor itu suci atau tidak suci.<br />
Bersih, Suci Menurut Medis dan Syariat Islam<br />
Agama islam telah mengajarkan dan dan memerintahkan umatnya agar senantiasa menjaga kebersihan dan kesucian. Seperti firman Allah dalam surat Al-Baqarah ayat 222, yang artinya : “Sesungguhnya Allah mencintai orang-orang yang bertaubat dan orang-orang yang bersuci” (QS. Al-Baqarah:222)<br />
Menurut syariat islam, pengertian bersih tidak sama dengan pengertian suci. Sesuatu yang bersih adalah sesuatu yang tidak dikotori oleh sesuatu yang kotor. Baik yang mengotori itu adalah sesuatu yang suci maupun najis. Sedangkan suci adalah sesuatu yang tidak terkena najis atau yang telah disucikan dengan cara yang telah ditentukan oleh syatiat islam, sekalipun sisitu terdapat kotoran yang suci.<br />
Dengan pengertian tersebut di atas, maka sesuatu yang bersih belum pasti suci. Begitu pula sesuatu yang suci belum tentu bersih. Misalnya lantai yang terkena najis dibersihkan dengan cara yang tidak sesuai dengan ketentuan syara’, sekalipun kelihatannya bersih, bahkan sampai mengkilap namun masih tetap dihukumi belum suci (mutanajis).<br />
Kesucian termasuk salah satu syarat syahnya melakukan sholat. Karena orang yang hendak sholat, harus suci badan, pakaian da tempat dari najis. Baik najis hukmiyah maupun ainiyah. Najis Hukmiyah adalah najis yang tidak terlihat oleh mata, tidak memiliki bau serta tidak bisa dirasakan oleh lidah. Sedangkan najis ‘ainiyah adalah najis yang bisa dilihat dengan mata, bisa dicium baunya dan bisa dirasakan dengan lidah.<br />
Bersih dan suci ibarat mata uang yang tidak dapat dipisahkan. Beberapa kasus kesehatan reproduksi di antaranya dikarenakan perilaku yang jorok yang dilakukan oleh individu dan keterbatasan serta minimnya informasi kesehatan reproduksi di Pesantren-pesantren.<br />
Pada kesempatan kali ini, (reporter TANASUL) berkesempatan mengunjungi Ponpes Cadangpinggan Kertasemaya Indramuyu pada (21/2). Para santri akan banyak mengupas mengenai makna suci dan bersih serta kategori-kategorinya. Berikut hasil liputan Tanasul dari beberapa pesantren.<br />
Menurut ahli medis, bersih adalah bebas dari kotoran, tidak bernoda, tidak tercampur dengan unsur zat kimia lain. Sedangkan suci menurut syariat islam adalah tidak terkena najis, bebas dari dosa, noda, kebersihan hati dan diri dari maksiat.<br />
( http://suasana.multiply.com/journal/item/5/ANTARA_BERSIH_DAN_SUCI )</p>
<p style="text-align:left;">Kebersihan Menjaga Alat Reproduksi<br />
Nah, sahabat Tanasul yang budiman, pengen tahu tips untuk menjada kesehatan reproduksi? Nih, simak yuk selengkapnya.<br />
Alat kelamin merupakan karunuia yang sangat berharga, tentunya menjamin kualitas keharmonisan dalam berumah tangga. So, harus kita rawat dan jaga kesehatannya agar tetap bersih dan terjaga dari bakteri yang mengancam kesehatan alat kelamin.<br />
Untuk kelamin wanita :<br />
1. gunakan celana dalam berbahan katun agar membantu vagina tetap kering.<br />
2. Hindari hubungan seksual (bagi yang sudah menikah) bila anda mengalami tanda-tanda infeksi pada vagina.<br />
3. Banyak makan sayur dan buah untuk mencegah infeksi vagina.<br />
4. Hindari penggunaan bahan kimia pada daerah vagina.<br />
5. Jangan menggaruk organ kewanitaan jika mengalami gatal-gatal atau iritasi.<br />
6. Jaga kebersihan selama mentruasi. Hindari penggunaan pembalut yang beraroma dan mengandung gel, karena dapat menimbulkan iritasi pada vagina. Perhatikan juga penggunaan pembalut yang cocok dengan kita.<br />
7. Menjaga vagina tetap kering dan bersih dengan membasuh menggunakan air bersih.</p>
<p style="text-align:left;">Untuk Kelamin Pria :<br />
1. Jaga daerah kelamin tetap kering, bersih dan gunakan pakaian longgar.<br />
2. Jangan memakai pakaian basah, seperti pakaian renang dalam jangka waktu yang cukup lama.<br />
3. Cuci dengan bersihketika selesai kencing.<br />
(http://girlycious.com/2010/09/16/tips-menjaga-kesehatan-alat-kelamin/)</p>
<p style="text-align:left;">Lalu, apa Bersih dan Suci menurut Nyai dan para Santri?<br />
Dalam konteks suci dan bersih kadang kita masih belum bisa membedakannya. Pertanyaannya adalah apakah bersih sudah barang tentu suci atau bahkan sebaliknya? Nah Sahabat Tanasul, suci dan bersih menurut Nyai. Hj. Butet Zainab Al-Huda Nasution Istri dari KH. Sakur Yasin Pondok Pesantren Candang Pinggang Indramayu, bahwa suci dan bersih baginya sangat penting keduanya tak bisa dipisahkan dan sangat berpengaruh terhadap kesehatan reproduksi Perempuan. Contoh kecilnya, ketika kamar mandi santri yang jorok dan tidak dikuras minimal seminggu sekali ini sangat berbahaya karena banyak bakteri dan virus belum lagi bekas kita ketika buang air kecil pasti kadang masih tersisa meski kita tidak sadar.<br />
Nah, ketika kita menggunakan air yang banyak bakterinya maka bakteri masuk ke vagina kita dan ini bisa mengakibatkan kanker serviks, kista dan penyakit-penyakit kelamin lainnya. Makanya kita harus membuka celana dalam ketika mau sholat dan cebok sebelum wudhu karena takut masih ada najis. Begitu penuturan Nyai. Zaenab yang akrab dipanggil sehari-hari di lingkungan Pondok Pesantren Candang Pinggang dan masyarakat. Meskipun dalam Islam ada hadist yang selalu mengajak umat Islam “Bahwa Kebersihan adalah sebagian dari Iman”, namun terkadang ini masih sangat berat dilaksanakan, apalagi soal kebersihan reproduksi yang tidak semua santri mengerti. Hal ini menurutnya bisa di mulai dari Kebersihan kita kamar mandi dan sering mengganti celana dalam karena disini kadang banyak sisa-sisa urine yang mengandung banyak bakteri dan virus,” Yah meski harus menabung uang untuk beli celana dalam yang penting sehat dan mencegah dari berbagai penyakit kelamin”.<br />
Menurut Fanny (22) salah satu alumni pelatihan kespro II yang di adakan Fahmina institute, Menjaga kebersihan alat reproduksi itu sangat penting, karena jika perilaku kita jorok dan tidak merawat alat reproduksi kita dengan baik bisa menyebabkan banyak kuman dan penyakit bersarang pada vagina dan bisa juga kita mudah terkena HIV dan AIDS. Lain halnya dengan Rizqoh (17) Santri Candang Pinggang, menurutnya Suci itu sudah pasti bersih sedangkan bersih belum tentu suci. Ukuran suci kalau ketika berwudhu di air sungai yang keruh itu sudah boleh dan suci, atau kolam yang ukurannya dua kolah juga begitu. Meskipun secara medis belum tentu karena di air yang keruh pastinya masih banyak terdapat bakteri dan kuman apalagi jika kita gunakan untuk keperluan mandi dan cebok pastinya sangat berbahaya kesehatan kesehatan reproduksi kita.<br />
Kebersihan dalam Pesantren menjadi hal yang sangat penting<br />
Selain menjaga alat-alat kelamin agar tetap bersih, suci dan sehat, hal lain yang perlu diperhatikan adalah kebersihan kamar mandi. Sehari-hari kita tidak pernah luput dari peran serta kamar mandi dan WC. Coba hitung hampir berapa kali kita keluar masuk di sana. Mulai dari mandi, buang air kecil/besar, mencuci piring, baju dan sebagainya. Melihat begitu banyak fungsi kamar mandi serta jangan lupa yang menggunakan adalah lebih dari satu santri.<br />
Jujur, kami merasa nyaman di ruangan kamar santri Pesantren Cadangpinggan Indramayu saati liputan. Selain sambutan yang ramah, juga karena tempat yang selalu dijaga kebersihannya sehingga terjaga kesuciannya. Kami sempat melihat-lihat kamar mandi yang digunakan santri sehari-hari. Bersih dan tidak berbau. Pantas saja, karena para santri memang disiplin untuk selalu membersihkan kamar mandi.<br />
Praktek yang bagus, tentu karena dibarengi teori dan pengetahuan yang bagus pulu. Selama ini menurut Nyai Butet, beliau sering memanggil para ahli kesehatan untuk sosialisasi kespro di pesantren Cadangpinggan sebagai salah satu upaya memberi pengetahuan kepasa santri mengenai kespro dan bagaimana cara merawat dan menjaganya agar terhindar dari virus dan bakteri yang menyebabkan penyakit.<br />
Kebersihan dimulai dari kita sendiri bagaimana memperlakukannya. Tempat mandipun menjadi salah satu faktor yang mendukung seseorang bisa menjaga kesehatannya. Bisa kita rasakan sendiri apa yang terasa jika berada di tempat mandi yang kotor dan banyak sampah? Tentunya ketidaknyamanan dan akhirnya enggan untuk menggunakannya.<br />
Melihat hal tersebut, maka selayaknya para santri harus senantiasa menjaga kebersihan kamar mandi setiap hari. Melalui piket, pengurus bisa membagi kelompok untuk membersihkan kamar mandi setelah selesai menggunakan tentunya. Hal yang perlu dilakukan:<br />
1. Membersihkan kamar mandi dengan menggunakan sikat khusus hingga bersih, sehingga tempat mandi tersebut suci.<br />
2. Memberi pengharum lantai atau porselin<br />
3. Menguras air yang sudah kotor. Missal berapa kali dalam seminggu tergantung bagaimana kesepakatan yang telah dibuat oleh para santri<br />
4. Menyediakan tempat sampah di dalam kamar mandi, hal ini untuk mencegah agar para santri tidak asal membuang sampah yang biasanya dibuang dalam kloset.<br />
5. Membuat peringatan berupa tulisan di dalam kamar mandi.<br />
6. Bersama-sama menjaga kebersihan kamar mandi agar terhindar dari bakteri yang bisa mengganggu kesehatan reproduksi kita.<br />
(Asih &amp; Lili)</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/baytalhikmah.wordpress.com/382/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/baytalhikmah.wordpress.com/382/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/baytalhikmah.wordpress.com/382/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/baytalhikmah.wordpress.com/382/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/baytalhikmah.wordpress.com/382/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/baytalhikmah.wordpress.com/382/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/baytalhikmah.wordpress.com/382/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/baytalhikmah.wordpress.com/382/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/baytalhikmah.wordpress.com/382/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/baytalhikmah.wordpress.com/382/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/baytalhikmah.wordpress.com/382/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/baytalhikmah.wordpress.com/382/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/baytalhikmah.wordpress.com/382/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/baytalhikmah.wordpress.com/382/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=baytalhikmah.wordpress.com&amp;blog=7808746&amp;post=382&amp;subd=baytalhikmah&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://baytalhikmah.wordpress.com/2011/04/26/kabar-santri-tanasul-edisi-5/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/f5d4c20c9d3d22f593b8a1f96819e6ba?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">baytalhikmah</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Calap (catatan lapangan)</title>
		<link>http://baytalhikmah.wordpress.com/2011/01/10/calap-catatan-lapangan/</link>
		<comments>http://baytalhikmah.wordpress.com/2011/01/10/calap-catatan-lapangan/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 10 Jan 2011 09:20:52 +0000</pubDate>
		<dc:creator>baytalhikmah</dc:creator>
				<category><![CDATA[Refleksi pemikiran]]></category>
		<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://baytalhikmah.wordpress.com/?p=377</guid>
		<description><![CDATA[Katakan “Tidak!” Untuk Menikah Muda Fenomena Pernikahan Di Bawa Umur Kasus menikah muda (menikah di bawah umur), kini kian merebak di masyarakat. Kasus ini mencerminkan belum maksimalnya pemahaman masyarakat akan pentingnya kesehatan reproduksi. Pada awal September 2008 lalu, kita melihat sepak terjang Komnas Perlindungan Anak, sejumlah tokoh agama dan LSM berusaha menghentikan rencana Syekh Puji [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=baytalhikmah.wordpress.com&amp;blog=7808746&amp;post=377&amp;subd=baytalhikmah&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:center;"><strong>Katakan “Tidak!” Untuk Menikah Muda</strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong>Fenomena Pernikahan Di Bawa Umur</strong></p>
<p>Kasus menikah muda (menikah di bawah umur), kini kian merebak di masyarakat. Kasus ini mencerminkan belum maksimalnya pemahaman masyarakat akan pentingnya kesehatan reproduksi. Pada awal September 2008 lalu, kita melihat sepak terjang Komnas Perlindungan Anak, sejumlah tokoh agama dan LSM berusaha menghentikan rencana Syekh Puji (43) yang hendak menikahi Lutfiana Ulfa (12). Lantas apa sebenarnya yang ditakutkan mereka dari pernikahan dini tersebut? Apa kaitannya dengan kesehatan reproduksi?</p>
<p>Berikut ini salah satu kasus yang terjadi, ibu muda warga Kec. Jatiwangi Kab. Majalengka (10/2) mengungkapkan tentang proses kelahiran anak-anak mereka. Diantaranya Neni (19) yang menikah saat berusia 15 tahun. Neni mengaku, proses kelahiran bayinya harus dilakukan dengan oprasi sesar (<em>Fault</em>) karena bayi yang dikandungnya berada dalam kondisi sungsang. Sedangkan Cicih (20) yang menikah pada usia 16 tahun, ia didiagnosa kandungannya sangat lemah. Alhasil ia melahirkan putranya dalam keadaan prematur yakni umur 7 bulan 11 minggu. Sehingga selama 1 bulan 1 minggu anaknya dioven.</p>
<p>Lain halnya dengan pengakuan Yanti (20) yang menikah pada usia 17 tahun, selama proses persalinan ia harus dilarikan ke rumah sakit untuk diinfus karena air ketubannya telah kering. Sedangkan seorang ibu yang keberatan disebutkan identitasnya, ia mengaku menikah dan mengandung pada usia 14 tahun. Akan tetapi ia tidak dapat melahirkan bayinya dikarenakan kondisi bayi tersebut meninggal saat masih dalam perut berumur 4 bulan, maka harus dilakukan penyedotan untuk mengeluarkannya.</p>
<p><span id="more-377"></span></p>
<p>Sementara berdasarkan laporan hasil survey UNICEF (United Nations Children and Education Fund ), wanita hamil sebelum umur 15 tahun resiko kematiannya 5 kali lebih tinggi saat melahirkan ketimbang wanita yang sudah berusia 20 tahun. Dilaporkan juga setiap 70.000 perempuan berusia antara 15 sampai 19 tahun meninggal saat melahirkan atau terjadi komplikasi kelahiran. Dalam survey tersebut juga menemukan fakta bahwa, bayi yang dilahirkan tak kalah beresiko meninggal tahun pertama 60% lebih tinggi. Kehamilan usia remaja ini umumnya terjadi di negara-negara berkembang.</p>
<p><strong>Ada</strong><strong> sebab ada akibat</strong></p>
<p>Idealnya hubungan sex dilakukan setelah seorang wanita benar-benar matang. Ukuran kematangan bukan hanya dilihat dari ia sudah mentruasi atau belum. Tapi juga bergantung pada kematangan sel-sel mukosa, yaitu sel yang terdapat di selaput kulit bagian dalam rongga tubuh. Umumnya sel-sel mukosa baru matang setelah wanita tersebut berusia 20 tahun ke atas. Pada usia muda, sel-sel mukosa pada serviks belum matang artinya masih rentan terhadap rangsangan. Sehingga tak siap menerima rangsangan dari luar termasuk zat-zat kimia yang dibawa sperma. Berbeda bila hubungan seks dilakukan kala usia sudah di atas 20 tahun, dimana sel-sel mukosa tidak terlalu rentan terhadap perubahan. Karena masih rentan, hal inilah yang yang bisa menyebabakan kanker leher rahim (serviks). Ibu muda pada waktu hamil sering mengalami ketidakteraturan tekanan darah yang dapat berdampak pada keracunan kehamilan serta kekejangan yang berkibat pada kematian.</p>
<p><strong>Pandangan Islam</strong></p>
<p>Syekh Puji berdalih bahwa ia tidak takut menikahi bocah Lutfiana Ulfa karena ia mengikuti tuntunan Rosulullah. Dimana Rosul yang berusia 53 tahun bisa menikahi Sayidah Aisyah yang pada saat itu masih berusia 10 tahun. Ini rupanya jika <em>syari`at</em> hanya dipandang secara kasat mata. Pernikahan Rosullah dengan Siti Aisyah merupakan pengecualian (kekhususan) yang mempunyai hikmah penting dalam sejarah agama Islam. Beberapa hikmah tersebut di antaranya, pernikahan itu merupakan perintah dari Allah. selain itu, sepeninggalnya Sayidah Khadijah, istri yang dicintainya, Rosulullah sangat membutuhkan pendamping hidup untuk mengemban dakwah. Hikmah lainnya, pernikahan ini mengandung hikmah penting dalam dakwah perkembangan ajaran Islam &amp; hukum-hukum Islam terutama yang berkaitan dengan masalah keperempuan, karena kecakapan &amp; kecerdasan Sayidah Aisyah, ia menjadi gudang dan sumber ilmu pengetahuan sepanjang zaman. Dan yang perlu difahami juga, budaya masyarakat Arab saat itu sudah terbiasa dengan masalah nikah muda. Walaupun begitu secara fisik maupun psikis mereka telah siap sehingga tidak timbul asumsi buruk atau negatif  dalam masyarakat.</p>
<p>Syari’at Islam tidak membatasi usia tertentu untuk menikah. Namun, secara implisit, syari`at menghendaki orang yang hendak menikah adalah benar-benar orang yang sudah siap mental, pisik dan psikis, dewasa dan faham arti sebuah pernikahan yang merupakan bagian dari ibadah, persis seperti harus pahamnya apa makna dan tujuan shalat bagi orang yang beribadah shalat, haji bagi yang berhaji, transaksi dagang bagi pebisnis? Maka begitu pula dengan pernikahan.</p>
<p>Tidak ditetapkannya usia tertentu dalam masalahnya usia sebenarnya memberikan kebebasan bagi umat untuk menyesuaikan masalah tersebut tergantung situasi, kepentingan, kondisi pribadi keluarga dan atau kebiasaan masyarakat setempat, yang jelas kematangan jasmani dan rohani kedua belah pihak menjadi prioritas dalam agama.</p>
<p><strong>Usia Perkawinan Menurut Undang-undang</strong></p>
<p>Dalam UU Bab II pasal 7 ayat satu menyebutkan bahwa perkawinan hanya diizinkan jika pihak pria sudah mencapai umur 19 tahun dan pihak perempuan sudah mencapai umur 16 tahun. Juga tentang usia perkawinan dalam Bab IV Komplikasi Hukum Islam (KHI) pasal 15 menyebutkan bahwa demi untuk kemaslahatan keluarga dan rumah tangga perkawinan hanya boleh dilakukan calon mempelai yang telah mencapai umur yang ditetapkan dalam pasal 7 Undang-undang (UU) Nomor 1 tahun 1974 yakni calon suami sekurang-sekurangnya berumur 19 tahun dan calon istri sekurang-kurangnya berumur 16 tahun.</p>
<p>Menurut hemat penulis, undang-undang usia perkawinan ini hendaknya kita sambut dengan baik sebagai bentuk pengindahan terhadap hak-hak anak, etika di masyarakat, terutama menyangkut pengindahan kesehatan reproduksi kita. Dan semoga ajaran Islam yang sudah sangat indah, mudah, memilki norma-norma kemanusiaan itu tidak diselewengkan dan diterapkan hanya untuk kepentingan pribadi tanpa mengindahkan hak-hak yang terabaikan, etika dan kebiasaan dalam masyarakat serta kesehatan reproduksi bagi si wanita. Maka dari itu mari kita katakan “<em>Tidak Untuk Menikah Muda”.(Ika dan Asih)<br />
</em></p>
<p><em> </em></p>
<p>.</p>
<p><em> </em></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/baytalhikmah.wordpress.com/377/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/baytalhikmah.wordpress.com/377/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/baytalhikmah.wordpress.com/377/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/baytalhikmah.wordpress.com/377/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/baytalhikmah.wordpress.com/377/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/baytalhikmah.wordpress.com/377/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/baytalhikmah.wordpress.com/377/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/baytalhikmah.wordpress.com/377/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/baytalhikmah.wordpress.com/377/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/baytalhikmah.wordpress.com/377/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/baytalhikmah.wordpress.com/377/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/baytalhikmah.wordpress.com/377/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/baytalhikmah.wordpress.com/377/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/baytalhikmah.wordpress.com/377/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=baytalhikmah.wordpress.com&amp;blog=7808746&amp;post=377&amp;subd=baytalhikmah&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://baytalhikmah.wordpress.com/2011/01/10/calap-catatan-lapangan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/f5d4c20c9d3d22f593b8a1f96819e6ba?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">baytalhikmah</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Cerita Pengalaman</title>
		<link>http://baytalhikmah.wordpress.com/2010/12/30/cerita-perempuan/</link>
		<comments>http://baytalhikmah.wordpress.com/2010/12/30/cerita-perempuan/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 30 Dec 2010 07:59:31 +0000</pubDate>
		<dc:creator>baytalhikmah</dc:creator>
				<category><![CDATA[berita Hak reproduksi]]></category>
		<category><![CDATA[Cerpang (Cerita Pengalaman)]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://baytalhikmah.wordpress.com/?p=370</guid>
		<description><![CDATA[Pengalaman Perempuan Pengguna Alat Kontrasepsi Sofiyah (30 th) warga desa Babakan Ciwaringin. Ibu dua anak ini bekerja sebagai buruh pabrik rotan di Plumbon bersama suaminya, dengan penghasilan yang hanya cukup untuk menutupi kebutuhan hidup sehari-hari. Pasangan ini sepakat untuk mengikuti program KB (Keluarga Berencana). Hanya Ibu Sofiyah saja yang mengikuti program ini dengan alasan tidak [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=baytalhikmah.wordpress.com&amp;blog=7808746&amp;post=370&amp;subd=baytalhikmah&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:center;"><strong>Pengalaman Perempuan Pengguna Alat Kontrasepsi</strong></p>
<p style="text-align:center;"><strong> </strong></p>
<div id="attachment_373" class="wp-caption alignleft" style="width: 258px"><strong><strong><a href="http://baytalhikmah.files.wordpress.com/2010/12/rembug-perempuan.jpeg"><img class="size-full wp-image-373" title="Rembug Perempuan" src="http://baytalhikmah.files.wordpress.com/2010/12/rembug-perempuan.jpeg?w=500" alt="Rembug Perempuan Desa"   /></a></strong></strong><p class="wp-caption-text">Berbagi Pengalaman Kesehatan Reproduksi</p></div>
<p><strong> </strong></p>
<p>Sofiyah (30 th) warga desa Babakan Ciwaringin. Ibu dua anak ini bekerja sebagai buruh pabrik rotan di Plumbon bersama suaminya, dengan penghasilan yang hanya cukup untuk menutupi kebutuhan hidup sehari-hari. Pasangan ini sepakat untuk mengikuti program KB (Keluarga Berencana). Hanya Ibu Sofiyah saja yang mengikuti program ini dengan alasan tidak tahu kalau ada KB untuk para Bapak, selain itu juga jika bapaknya ikut KB dengan pertimbangan jika dua-duanya mengikuti KB akan boros juga.</p>
<p><strong>Awam informasi Alat kontrasepsi</strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p>Ibu Sofiyah mengikuti KB karena takut nantinya banyak anak. Pasangan ini sadar jika banyak anak mereka bingung akan memberi makan apa?. Ibu Sofiyah ini memakai alat kontrasepsi suntik karena menurut beliau mengikuti program suntik lebih manjur dibandingkan dengan program Pil. Selain itu efek yang ditimbulkan dari minum pil katanya mengakibatkan mual, pusing dan berat badan yang bertambah dan menimbulkan kegemukan. Selain itu juga menggunakan pil kadang suka kebobolan jika lupa minum. Ibu Sofiyah ini merasa cocok dengan kontrasepsi suntik, hanya saja  menurut beliau program suntik ini mengakibatkan haidnya tidak lancar, kadang haidnya sampai dua bulan setengah meskipun selama masa haid itu darahnya tidak keluar dengan lancar. Kadang setelah dua bulan setengah haid, satu minggu masa suci kemudian haid lagi. Pernah akan ganti alat kontrasepsi, tetapi karena tidak tahu tentang alat-alat kontrasepsi, makanya beliau lebih memutuskan untuk tetap mengikuti program suntik ini.</p>
<p><span id="more-370"></span></p>
<p><strong>Tak diberi infomasi</strong></p>
<p>Pada awal mengikuti program KB beliau datang ke Bidan setempat dan mengisi formulir. Bidan tersebut hanya menawarkan beberapa program KB tanpa menjelaskan tentang program-program tersebut secara terperinci.</p>
<p>Ibu Sofiyah ini lebih memilih program suntik karena lebih nyaman dan murah karena hanya mengeluarkan uang sebesar Rp. 15.000 untuk setiap kali suntik setiap tiga bulan sekali. Dan tak seperti KB pil, meski sekarang tubuhnya semakin menggemuk saja setelah menggunakan KB suntik.</p>
<p><strong>Keterbatasan Ekonomi membuatnya ikut KB</strong></p>
<p>Ipah (22 th) Ibu muda dengan satu anak ini sudah mengikuti KB semenjak pengantin baru dan hampir satu tahun lamanya. Ipah yang hanya seorang ibu rumah tangga sedangkan suaminya hanya bekerja sebagai tukang becak. Dengan penghasilan yang pas-pasan pasangan muda ini lebih memilih untuk mengikuti program KB karena takut nantinya banyak anak. Menurutnya masih mending mengeluarkan uang Rp. 15.000 setiap tiga bulan sekali untuk suntik dari pada melihat anak tidak bisa makan karena terlalu banyak anak.</p>
<p>Mbak Ipah ini mengikuti program suntik mengikuti saran kakak iparnya yang juga memakai program suntik. Menurut kakak iparnya memakai suntik lebih nyaman karena tidak ada keluhan yang berarti baginya ketika menggunaka alat kontrasepsi tersebut.</p>
<p>Pada awal mengikuti program suntik ini mbak Ipah hanya mengeluh badannya gatal-gatal dan bentol-bentol pada bagian tubuh tertentu, misalnya hanya pada paha saja. Selain itu juga Mbak Ipah tidak pernah haid selama mengikuti program ini, gejala ini katanya gejala yang wajar yang ditimbulkan dari memakai KB, dan anehnya dengan gejala tersebut menurut mereka berarti program KB-nya berhasil. (Asih dan Lili)</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/baytalhikmah.wordpress.com/370/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/baytalhikmah.wordpress.com/370/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/baytalhikmah.wordpress.com/370/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/baytalhikmah.wordpress.com/370/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/baytalhikmah.wordpress.com/370/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/baytalhikmah.wordpress.com/370/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/baytalhikmah.wordpress.com/370/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/baytalhikmah.wordpress.com/370/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/baytalhikmah.wordpress.com/370/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/baytalhikmah.wordpress.com/370/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/baytalhikmah.wordpress.com/370/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/baytalhikmah.wordpress.com/370/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/baytalhikmah.wordpress.com/370/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/baytalhikmah.wordpress.com/370/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=baytalhikmah.wordpress.com&amp;blog=7808746&amp;post=370&amp;subd=baytalhikmah&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://baytalhikmah.wordpress.com/2010/12/30/cerita-perempuan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/f5d4c20c9d3d22f593b8a1f96819e6ba?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">baytalhikmah</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://baytalhikmah.files.wordpress.com/2010/12/rembug-perempuan.jpeg" medium="image">
			<media:title type="html">Rembug Perempuan</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>News</title>
		<link>http://baytalhikmah.wordpress.com/2010/12/13/news/</link>
		<comments>http://baytalhikmah.wordpress.com/2010/12/13/news/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 13 Dec 2010 18:54:18 +0000</pubDate>
		<dc:creator>baytalhikmah</dc:creator>
				<category><![CDATA[HIV dan AIDS]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://baytalhikmah.wordpress.com/?p=362</guid>
		<description><![CDATA[Anak HIV Tidak Perlu Sekolah Khusus JAKARTA, KOMPAS.com -  Seorang anak yang dinyatakan positif HIV tidak memerlukan sekolah khusus. Mereka berhak menerima pendidikan di sekolah vyang sama dengan anak negatif HIV. Dokter Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo, Prof Samsuridjal Djauzi mengatakan, seorang anak positif HIV tidak akan menularkan virus HIV pada teman-temannya di sekolah. &#8220;Kenyataan di [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=baytalhikmah.wordpress.com&amp;blog=7808746&amp;post=362&amp;subd=baytalhikmah&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<h1 style="text-align:center;">Anak HIV Tidak Perlu Sekolah Khusus</h1>
<p><strong>JAKARTA, KOMPAS.com</strong> -  Seorang anak yang dinyatakan positif HIV tidak memerlukan sekolah  khusus. Mereka berhak menerima pendidikan di sekolah vyang sama dengan  anak negatif HIV.<br />
Dokter Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo, Prof  Samsuridjal Djauzi mengatakan, seorang anak positif HIV tidak akan  menularkan virus HIV pada teman-temannya di sekolah.  &#8220;Kenyataan di  masyarakat, sudah banyak anak positif HIV yang sekolah di TK, SD, SMP,  tidak perlu jadi masalah karena tidak mungkin menularkan pada temannya,  misalnya dia menggigit temannya, tidak akan tertular,&#8221; katanya dalam  diskusi &#8220;Sekolah untuk Anak HIV Positif&#8221; di Thamrin City, Jakarta,  Minggu (12/12/2010).<br />
&#8220;Tidak perlu sekolah khusus, saya rasa  mereka punya hak sama dengan anak lainnya selama kemampuan fisiknya  masih memadai untuk sekolah,&#8221; tambah Samsuridjal.<br />
Hanya saja,  pada umumnya, kata Samsuridjal, para orangtua tidak mengenali infeksi  virus HIV. Sehingga seringkali timbul prasangka berlebih dari orang tua  murid jika anaknya satu sekolah dengan anak HIV positif. &#8220;Kekhawatiran  itu yang harus kita lawan,&#8221; kata Samsuridjal.<br />
Jika anak positif  dipisahkan sekolahnya dari anak negatif HIV, lanjutnya, maka secara  tidak langsung terjadi diskriminasi yang justu makin menjadikan anak HIV  sebagai sorotan masyarakat. Yang kemudian akan berdampak buruk pada  perkembangan anak.<br />
Samsuridjal juga mengatakan, pihak sekolah  yang mendidik anak dengan HIV sebaiknya menjaga rahasia kondisi  kesehatan anak tersebut. &#8220;Tidak perlu dibuka, jika pihak sekolah  mengetahui anak didiknya positif, harus menjaga kerahasiaan anak itu,&#8221;  katanya.<br />
Dan yang paling penting, pihak sekolah, kata  Samsuridjal, tidak boleh melarang anak positif HIV untuk menuntut ilmu  di sekolahnya.  &#8220;Anak HIV positif layak bersekolah di manapun, punya hak  berkembang seperti anak biasa,&#8221; pungkasnya.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/baytalhikmah.wordpress.com/362/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/baytalhikmah.wordpress.com/362/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/baytalhikmah.wordpress.com/362/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/baytalhikmah.wordpress.com/362/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/baytalhikmah.wordpress.com/362/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/baytalhikmah.wordpress.com/362/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/baytalhikmah.wordpress.com/362/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/baytalhikmah.wordpress.com/362/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/baytalhikmah.wordpress.com/362/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/baytalhikmah.wordpress.com/362/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/baytalhikmah.wordpress.com/362/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/baytalhikmah.wordpress.com/362/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/baytalhikmah.wordpress.com/362/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/baytalhikmah.wordpress.com/362/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=baytalhikmah.wordpress.com&amp;blog=7808746&amp;post=362&amp;subd=baytalhikmah&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://baytalhikmah.wordpress.com/2010/12/13/news/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/f5d4c20c9d3d22f593b8a1f96819e6ba?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">baytalhikmah</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Tips</title>
		<link>http://baytalhikmah.wordpress.com/2010/08/25/tips/</link>
		<comments>http://baytalhikmah.wordpress.com/2010/08/25/tips/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 25 Aug 2010 08:20:09 +0000</pubDate>
		<dc:creator>baytalhikmah</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tips Kespro]]></category>
		<category><![CDATA[Tips]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://baytalhikmah.wordpress.com/?p=353</guid>
		<description><![CDATA[BEBERAPA TIPS MERAWAT KESEHATAN ORGAN REPRODUKSI Perempuan Laki-laki v     Selama haid, menggunakan pembalut wanita untuk menampung darah haid. Pembalut dapat dibeli di toko ataupun dibuat dengan kain bersih. v      Mengganti pembalut empat jam sekali, atau lebih sering selama masa haid. v     Setiap kali buang air, siramlah (basuh) alat kelamin dengan air yang bersih atau pengganti [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=baytalhikmah.wordpress.com&amp;blog=7808746&amp;post=353&amp;subd=baytalhikmah&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>BEBERAPA TIPS MERAWAT KESEHATAN ORGAN REPRODUKSI</strong></p>
<p><strong><a href="http://baytalhikmah.files.wordpress.com/2010/08/simbol-pr-dan-laki.png"><img class="aligncenter size-full wp-image-356" title="simbol pr dan laki" src="http://baytalhikmah.files.wordpress.com/2010/08/simbol-pr-dan-laki.png?w=500" alt=""   /></a><br />
</strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<table border="1" cellspacing="0" cellpadding="0">
<tbody>
<tr>
<td width="288" valign="top">Perempuan</td>
<td width="295" valign="top">Laki-laki</td>
</tr>
<tr>
<td width="288" valign="top">v     Selama haid, menggunakan pembalut wanita untuk menampung darah haid. Pembalut   dapat dibeli di toko ataupun dibuat dengan kain bersih.</p>
<p>v        Mengganti pembalut empat jam sekali,   atau lebih sering selama masa haid.</p>
<p>v       Setiap kali buang air, siramlah (basuh) alat kelamin dengan air yang   bersih atau pengganti air (tissue).</p>
<p>v       Setelah buang air besar,bersihkan alat kelamin dari depan ke belakang,   bukan sebaliknya, agar sisa kotoran tidak masuk ke alat  kelamin.</p>
<p>v        Jangan sering menggunakanantiseptik/cairan   pembunuh kumanuntuk mencuci alat kelamin,khususnya vagina, karena akan mematikan   mikro-organisma yang secara alami dapat melindungi vagina</p>
<p>v       Jangan memakai celana dalam yang terlalu ketat.</p>
<p>v        Mengganti celana dalam dua kali sehari.</p>
<p>v        Gunakan celana dalam yang menyerap   keringat.</td>
<td width="295" valign="top">v       Mandi secara teratur dua kali sehari.</p>
<p>v        Mengganti celana dalam dua kali sehari   dan gunakan celana dalam yang menyerap keringat.</p>
<p>v       Membersihkan anus dan penis denganair bersih setiap kali buang air besarmaupun   kecil.</p>
<p>v       Sunat dapat mencegah penumpukan kotoran (disebut smegma) di penis</p>
<p>v       Bagi yang belum disunat, kulit penutup penis ditarik kebelakang agar   bagian dalam penis dapat dicuci dengan air bersih setiap kali mandi.</p>
<p>v       Tidak menggunakan celana dalam yang ketat. Celana ketat dapat mengganggu   stabilitas suhu testis di dalam buah zakar</td>
</tr>
</tbody>
</table>
<p>by : asih</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/baytalhikmah.wordpress.com/353/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/baytalhikmah.wordpress.com/353/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/baytalhikmah.wordpress.com/353/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/baytalhikmah.wordpress.com/353/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/baytalhikmah.wordpress.com/353/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/baytalhikmah.wordpress.com/353/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/baytalhikmah.wordpress.com/353/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/baytalhikmah.wordpress.com/353/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/baytalhikmah.wordpress.com/353/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/baytalhikmah.wordpress.com/353/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/baytalhikmah.wordpress.com/353/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/baytalhikmah.wordpress.com/353/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/baytalhikmah.wordpress.com/353/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/baytalhikmah.wordpress.com/353/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=baytalhikmah.wordpress.com&amp;blog=7808746&amp;post=353&amp;subd=baytalhikmah&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://baytalhikmah.wordpress.com/2010/08/25/tips/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/f5d4c20c9d3d22f593b8a1f96819e6ba?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">baytalhikmah</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://baytalhikmah.files.wordpress.com/2010/08/simbol-pr-dan-laki.png" medium="image">
			<media:title type="html">simbol pr dan laki</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Cerpen Kespro</title>
		<link>http://baytalhikmah.wordpress.com/2010/08/16/cerpen-kespro/</link>
		<comments>http://baytalhikmah.wordpress.com/2010/08/16/cerpen-kespro/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 16 Aug 2010 07:14:43 +0000</pubDate>
		<dc:creator>baytalhikmah</dc:creator>
				<category><![CDATA[Pernik]]></category>
		<category><![CDATA[Pernik kespro]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://baytalhikmah.wordpress.com/?p=343</guid>
		<description><![CDATA[Rahasia Haid Pertamaku Oleh: Turisih Widiyowati* Aku kembali mendapatkan darahku membekas di celana dalamku. Padahal hari ini aku telah berulang kali menggantinya dengan yang baru. Celana dalam yang telah kucuci pagi tadi juga mungkin hampir kering. Sudah dua hari ini aku bersembunyi dari kakek ketika menjelang solat maghrib. Aku memilih bersembunyi dan memisahkan diri. Melihat [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=baytalhikmah.wordpress.com&amp;blog=7808746&amp;post=343&amp;subd=baytalhikmah&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:center;"><strong>Rahasia Haid Pertamaku</strong></p>
<p style="text-align:center;"><strong>Oleh: Turisih Widiyowati*</strong></p>
<p><strong><a href="http://baytalhikmah.files.wordpress.com/2010/08/foto-asih1.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-345" title="Foto asih" src="http://baytalhikmah.files.wordpress.com/2010/08/foto-asih1.jpg?w=500" alt=""   /></a><br />
</strong></p>
<p>Aku kembali mendapatkan darahku membekas di celana dalamku. Padahal hari ini aku telah berulang kali menggantinya dengan yang baru. Celana dalam yang telah kucuci pagi tadi juga mungkin hampir kering. Sudah dua hari ini aku bersembunyi dari kakek ketika menjelang solat maghrib. Aku memilih bersembunyi dan memisahkan diri.</p>
<p>Melihat tingkahku yang tak biasanya, nenek mulai bertanya-tanya. Tapi aku masih ketakutan untuk mengungkapkan keadaanku yang tengah mengalami haid. Ini adalah haid pertamaku. Dua hari sebelumnya, tepatnya siang hari saat akan mengambil air <em>wudlu</em> sebelum shalat <em>dzuhur</em>, aku terlebih dahulu buang air kecil di kamar mandi. Tapi aku malah dikejutkan dengan bercak darah di celana dalamku. Benar, aku nyaris pingsan. Tapi tidak terjadi. Aku hanya terbengong, sementara tubuhku tak henti-hentinya gemetaran.</p>
<p>Dalam terbengong, aku terus bertanya-tanya. Apakah ini darah? Tapi kenapa ada darah? Darimana datangnya? Mengapa vaginaku berdarah? Aku bertanya-tanya dalam hati dengan perasaan yang luar biasa takut. Aku benar-benar bingung. Akhirnya aku hanya bisa menangis, karena tak tahu apa yang harus kuperbuat. Tepat setelah sadar, aku bergegas ke kamar. Diam seribu bahasa.</p>
<p>“Jangan-jangan ini haid,” pikirku lagi dalam hati. Tapi aku tetap merasa takut. Aku tidak tahu harus bagaimana mengatasi darah ini. Aku juga tak berani menceritakan hal ini kepada Nenek. Dalam satu hari itu aku hanya diam seribu bahasa. Bolak balik ke kamar mandi, sambil sesekali memeriksa apakah darah itu masih ada di sana. Selama ini aku memang tinggal bersama nenek.</p>
<p><span id="more-343"></span></p>
<p>Nenek terbiasa menyapaku “Yasih”, sedikit nyambung dengan “Kurniyasih”, nama panjangku. Kebetulan di keluarga bapakku, nenek mendapat jatah untuk merawatku. Dukuh Pandansari adalah sebuah dukuh di Desa Kaliwangi, tempat di mana aku dilahirkan dan menghabiskan masa kecilku. Tepatnya terletak di penghujung pantai utara Kecamatan Brebes Jawa Tengah. Meskipun kehidupan penduduknya terbilang sangat miskin, tapi aku tetap jatuh cinta dengan desaku yang tandus itu. Sebagian besar penduduknya bekerja sebagai nelayan dan petani tambak.</p>
<p>Masyarakat di desaku jarang yang mampu mengeyam pendidikan. Hanya beberapa dari mereka yang sempat menginjak pendidikan sekolah dasar (SD). Karena memang pengahasilan mereka hanya cukup untuk bertahan hidup beberapa hari, bahkan terkadang itupun tak cukup. Termasuk keluarga bapak dan ibuku. Mereka bahkan nyaris buta huruf. Mungkin karena itu pula, ibuku tak tahu bagaimana melakukan pengaturan kehamilannya.</p>
<p>Alhasil ibuku tak ikut program keluarga berencana (KB) atau menggunakan cara lainnnya untuk melakukan perencanaan kehamilannya. Ibuku mempunyai 14 anak, termasuk aku. Dapat dibayangkan betapa repotnya ibuku. Melahirkan dan membesarkan 14 anak tanpa pembantu. Tentu ini sangat menyulitkannya. Untuk mengatasi kesulitan itu, beberapa dari kami diasuh oleh nenek dan kakek, termasuk aku. Itulah mengapa dari awal aku lebih banyak bercerita tentang nenekku.</p>
<p>Menurut cerita nenek, aku diambil dari ibuku ketika berumur dua tahun. Sejak itu, meskipun rumah ibuku tak terlalu jauh dari rumah nenekku, aku menjadi bagian dari kehidupan nenek dan kakek. Mereka adalah orang tua tempatku bertanya tentang banyak hal, termasuk hal-hal yang sangat pribadi. Saat aku kecil aku sering diajak kakek dan nenek belajar berkebun dan mencari ikan di tambak.</p>
<p>Bahkan tak jarang aku diajak pergi ke laut yang jaraknya hanya sekitar 1 jam berjalan kaki. Sempat terlintas dalam benakku, kenapa saat itu aku harus ikut mereka? Padahal rumah kedua orang tuaku tak jauh. Tapi tanya itu hanya berhenti di kepalaku. Kehidupan bersama nenek dan kakek mengalir begitu saja.</p>
<p>Selainku, ada sepupuku yang juga tinggal di rumah nenek. Namanya Umi, anak dari bulikku. Usianya sebaya denganku, 12 tahun, dan masih sama-sama duduk di bangku SD. Namun aku masih belum bisa mengungkapkan rahasiaku. Rahasia haid pertamaku. Tapi sepertinya Umi telah mengetahuinya dari nenek yang diam-diam juga mengetahui.</p>
<p>Melihat kecemasanku, Umi hanya tertawa. “Jangan takut, itu namanya haid. Aku juga <em>udah</em> <em>dapet</em> <em>kok</em>,” tukasnya sambil sesekali tangannya memegang kedua tanganku, seakan menguatkanku.</p>
<p>Diam-diam aku merasa lega bahwa ini darah yang normal, darah yang keluar dari seorang perempuan yang mulai beranjak remaja. Ketika Umi tak ada, aku memang diterpa rasa takut dan cemas lagi, tapi setidaknya aku faham apa yang harus aku perbuat. Yang masih kutakutkan adalah bagaimana ketika orang lain tahu bahwa aku haid? Aku malu kalau diketahui bahwa aku sedang haid.</p>
<p>Aku takut darahnya akan melekat di baju, dan aku akan diolok-olok teman sekelas. Aku takut nenek dan kakek tahu bahwa aku sudah haid. Sampai bulan-bulan berikutnya, aku tetap menjalankan shalat, terutama bila shalat berjamaah dengan kakek dan nenek. Meskipun aku tahu bahwa perempuan yang sedang haid tidak diperbolehkan shalat dan puasa, aku tetap menjalankannya karena takut ketahuan bahwa aku telah haid.</p>
<p>Pokoknya aku tidak mau orang tahu bahwa aku tengah mendapatkan haid. Meskipun terkadang aku mampir ke rumah ibu, namun ibu tak pernah bertanya. Karenanya aku tetap merahasiakan peristiwa bulanan ini. Kecemasanku aku simpan sendiri. Aku juga sadar, kondisi keluargaku membuat ibu tak bisa memberikan perhatian padaku. Apalagi pada saat itu ibu harus merawat ke-4 adik-adikku yang masih kecil. Jadi rahasia haid pertamaku tetap menjadi rahasiaku.</p>
<p>*Tursih Widyawati adalah salah satu aktifis Bayt al-Hikmah yang telah lama aktif mensosialisasikan tentang isu kesehatan reproduksi (Kespro). Sosok yang dikenal ulet, tulus dan penyayang, ini juga tengah menyelesaikan buku pertamanya tentang Kespro yang ditulis bersama tim <em>Bayt al-Hikmah</em>.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/baytalhikmah.wordpress.com/343/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/baytalhikmah.wordpress.com/343/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/baytalhikmah.wordpress.com/343/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/baytalhikmah.wordpress.com/343/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/baytalhikmah.wordpress.com/343/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/baytalhikmah.wordpress.com/343/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/baytalhikmah.wordpress.com/343/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/baytalhikmah.wordpress.com/343/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/baytalhikmah.wordpress.com/343/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/baytalhikmah.wordpress.com/343/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/baytalhikmah.wordpress.com/343/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/baytalhikmah.wordpress.com/343/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/baytalhikmah.wordpress.com/343/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/baytalhikmah.wordpress.com/343/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=baytalhikmah.wordpress.com&amp;blog=7808746&amp;post=343&amp;subd=baytalhikmah&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://baytalhikmah.wordpress.com/2010/08/16/cerpen-kespro/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/f5d4c20c9d3d22f593b8a1f96819e6ba?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">baytalhikmah</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://baytalhikmah.files.wordpress.com/2010/08/foto-asih1.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Foto asih</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Opini</title>
		<link>http://baytalhikmah.wordpress.com/2010/08/10/opini/</link>
		<comments>http://baytalhikmah.wordpress.com/2010/08/10/opini/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 10 Aug 2010 08:05:12 +0000</pubDate>
		<dc:creator>baytalhikmah</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://baytalhikmah.wordpress.com/?p=334</guid>
		<description><![CDATA[Cara Pandang Seks Remaja Perlu Diarahkan Jumat, 30 Juli 2010 MEDAN, KOMPAS.com - Cara pandang para remaja terhadap seksualitas perlu diarahkan, agar mereka tidak salah menganggap hal alamiah itu menjadi sebuah aktivitas yang biasa untuk dilakukan bagi kalangan usia muda. Pengamat kesehatan, dr Tengku Yenni Febrina  di Medan, Jumat, mengatakan, masa remaja merupakan saat fase [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=baytalhikmah.wordpress.com&amp;blog=7808746&amp;post=334&amp;subd=baytalhikmah&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div style="text-align:center;"><strong>Cara Pandang Seks Remaja Perlu Diarahkan</strong></div>
<div>Jumat, 30 Juli 2010</div>
<div><!-- s: images --></p>
<div><img src="http://stat.k.kidsklik.com/data/photo/2008/04/18/163053p.jpg" alt="" width="274" height="207" /></div>
<p><!-- e: images --> <!-- s: terkait --> <!-- e: terkait --></div>
<p><strong>MEDAN, KOMPAS.com -</strong> Cara pandang para remaja terhadap seksualitas perlu diarahkan, agar  mereka tidak salah menganggap hal alamiah itu menjadi sebuah aktivitas  yang biasa untuk dilakukan bagi kalangan usia muda.<br />
Pengamat  kesehatan, dr Tengku Yenni Febrina  di Medan, Jumat, mengatakan, masa  remaja merupakan saat fase transisi dari anak-anak menuju dewasa,  sehingga pada masa itu mereka membutuhkan perhatian dari orang tua dan  sekolah untuk kehidupan sosialisasi pergaulan remaja.<br />
Untuk itu, menurut Yenni, pada masa remaja perlu mendapat bimbingan yang cukup besar dari orang para orang tua.<br />
Sehingga  para remaja tersebut tidak akan mudah terpengaruh atau terjurumus dari  perbuatan negatif, serta pergaulan bebas yang merugikan masa depan  mereka.<br />
&#8220;Salah satu pergaulan bebas saat ini yang paling  populer adalah menganggap free sex sebagai hal yang biasa untuk  dilakukan,&#8221; katanya.<br />
Ia menambahkan, untuk menghindari  terjadinya salah pengertian para remaja terhadap pergaulan bebas, bahaya  serta risiko yang akan dialami jika melakukan hal itu, dan mereka perlu  diberikan pendidikan seks yang benar dan jelas.<br />
Ia   mengatakan, cara pandang remaja yang salah terhadap seksualitas, akan  memberikan dampak negatif terhadap generasi muda, terlebih tatanan  kehidupan sosial nantinya yang disebabkan salah kaprah memahami hal itu.<br />
Bahkan,  dengan terjadinya kekeliruan itu, remaja perempuan lebih rentan  terhadap berbagai resiko yang akan diderita dari perilaku seksual secara  bebas tanpa ikatan agama.<br />
Lebih jauh ia mengatakan, fenomena  yang terjadi di Indonesia saat ini, masih banyak pro dan kontra di  kalangan masyarakat terkait pendidikan seks bagi para remaja.<br />
<span id="more-334"></span><!--more--><!--more-->Selain itu, pembicaraan-pembicaraan mengenai masalah seks, masih dianggap sebagai hal yang tabu untuk dibahas.<br />
Bahkan,  sebagian masyarakat masih berpandangan stereotype dengan pendidikan  seks, bahwa seolah-olah hal itu sebagai sesuatu yang vulgar untuk  disampaikan kepada para remaja.<br />
&#8220;Karena membicarakan seks dan  pendidikan mengenai itu masih dianggap tabu, maka justru akan mendorong  para remaja untuk berhubungan seks,&#8221; ujarnya.<br />
Ia berharap,  agar para orang tua harus membuka diri terhadap anak-anaknya untuk  berdiskusi dan memberikan arahan serta pendidikan mengenai seks dan  reproduksi remaja dengan baik, benar dan jelas, sehingga informasi yang  mereka dapat tentang itu memang bersumber dari orang yang tepat<br />
Yenni  menjelaskan, saat ini masih banyak di antara para remaja yang tidak  mengerti dan memahami tentang dampak negatif dari pergaulan bebas dan  aktivitas seks yang mereka lakukan.<br />
Hal itu dapat  mengakibatkan resiko dan konsekuensi yang mungkin terjadi.Biasanya  resiko yang dihadapi seperti kehamilan yang tidak diinginkan, IMS dan  HIV/AIDS, bahkan kekerasan seksual yang tidak diinginkan.<br />
Selain  itu, katanya, konsekuensi yang harus ditanggung para remaja di saat  yang belum tepat yaitu dari segi medis, beban psikologi, sosial serta  ekonomi yang harus ditanggung pada masa-masa remaja.<br />
Dekan  Fakultas Psikologi Universitas Medan Area, Irna Minauli, MPsi  mengatakan, berbagai informasi tentang seks sangat mudah didapat para  remaja dari luar lingkungan rumah, maka perlu pendidikan seks dari orang  tua.<br />
&#8220;Pendidikan seks dari orang tua diharapkan bisa  meluruskan pemahaman anak dan remaja terkait seluruh reproduksi tubuh  supaya paham segala risiko dari penyimpangan,&#8221; katanya</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/baytalhikmah.wordpress.com/334/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/baytalhikmah.wordpress.com/334/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/baytalhikmah.wordpress.com/334/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/baytalhikmah.wordpress.com/334/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/baytalhikmah.wordpress.com/334/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/baytalhikmah.wordpress.com/334/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/baytalhikmah.wordpress.com/334/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/baytalhikmah.wordpress.com/334/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/baytalhikmah.wordpress.com/334/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/baytalhikmah.wordpress.com/334/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/baytalhikmah.wordpress.com/334/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/baytalhikmah.wordpress.com/334/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/baytalhikmah.wordpress.com/334/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/baytalhikmah.wordpress.com/334/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=baytalhikmah.wordpress.com&amp;blog=7808746&amp;post=334&amp;subd=baytalhikmah&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://baytalhikmah.wordpress.com/2010/08/10/opini/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/f5d4c20c9d3d22f593b8a1f96819e6ba?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">baytalhikmah</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://stat.k.kidsklik.com/data/photo/2008/04/18/163053p.jpg" medium="image" />
	</item>
	</channel>
</rss>
